News Bioteknologi

Blog Informasi Tentang Bioteknologi

Intranet

  • Home
  • RC Biotech LIPI
  • LIPI
  • BCH
  • Bioetika
  • Bioteklib

Friday, April 08, 2011

Peneliti IPB Produksi Biodiesel dari Mikroalga Limbah


Bogor (ANTARA News) - Peneliti dari Institut Pertanian Bogor berhasil membuat rancangan sistem produksi mikroalga sebagai bahan baku biodiesel dengan memanfaatkan limbah cair agroindustri dari industri peternakan, rumah pemotongan hewan dan industri gula.

Mikroalga sangat potensial dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel, kata peneliti Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Suprihatin di Bogor, Jawa Barat, Kamis, yang melakukan penelitian tersebut bersama rekannya Dr Muhammad Romli dan Ir Andes Ismayana, MT.

"Konversi bahan pangan menjadi energi dapat menyebabkan kerawanan pangan, sehingga diperlukan langkah strategis untuk mengembangkan dan mengoptimalkan peranan pertanian sebagai pemasok energi atau Bahan Bakar Nabati (BBN) tanpa mengorbankan pangan dan keseimbangan ekologi," kata Suprihatin.

Mikroalga memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya, diantaranya produktivitas tinggi karena laju pertumbuhan cepat hanya dalam satuan jam atau hari, tidak memerlukan lahan subur sehingga tidak berkompetisi dengan tanaman pangan.

Selain itu, lanjut dia, dapat dikombinasikan untuk pengelolaan lingkungan (recycling nutrien, konservasi air, dan biofiksasi karbon dioksida atau reduksi emisi gas rumah kaca), serta efisien dalam penyerapan energi surya.

Biomassa mengandung bahan-bahan bernilai tinggi seperti protein, minyak atau lemak, vitamin, mineral, pigmen, beta karoten, bahan aktif, serta serat, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Mikroalga juga membutuhkan sedikit biaya investasi dan biaya operasi atau pemeliharaan.

Suprihatin mengatakan, makanan utama mikroalga ialah karbondioksida.

Kondisi iklim dan geografis, seperti intensitas sinar matahari sepanjang tahun, temperatur udara relatif tinggi, dan ketersediaan lahan juga mendukung aplikasi sistem ini di Indonesia.

Hasil rancangan Prof.Suprihatin dan tim dilengkapi dengan hasil optimasi, parameter desain atau operasi, dan hasil analisis tekno ekonomi.

"Tahapan penelitian ini terbagi dua. Tahap pertama dilakukan karakterisasi pertumbuhan mikroalga dalam limbah cair agroindustri melalui penentuan nilai-nilai parameter kinetik pertumbuhan. Tahap kedua, perancangan proses dan sistem produksi mikroalga," katanya.

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2009-2010 di laboratorium Teknologi dan Manajemen Lingkungan, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB.

Pengujian jenis dan jumlah mikroalga dilakukan dengan pencacahan sesuai Metode Sedgwick Rafter Counting (SRC), di Laboratorium Produktivitas dan Lingkungan Perairan (ProLing), Departemen Manajemen Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

Hasil penelitian menunjukkan, dari ketiga limbah cair yang diuji, limbah cair Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan peternakan berpotensi untuk digunakan sebagai substrat pertumbuhan mikroalga.

"Kami mengindentifikasi terdapat tiga jenis mikroalga yang tumbuh dominan dalam limbah tersebut yaitu Chlorella sp, Scenedesmus sp, dan Ankistrodesmus sp. Jenis tersebut sangat berbeda dengan jenis mikroalga yang tumbuh dalam inokulum yang ditambahkan. Hal ini menunjukkan komposisi limbah cair menentukan jenis mikroalga yang dapat tumbuh dan berkembang biak," papar Suprihatin.

Chlorella mengandung lemak 14-22 persen. Lemak dari mikroalga inilah yang dikonversi menjadi bahan baku biofuel.

Meski demikian, pengembangan mikroalga sebagai sumber biofuel masih belum kompetitif. Pada tingkat harga minyak kasar saat ini yakni sekitar 100 dolar per barrel, supaya kompetitif, biaya operasional produksi biomassa mikroalga dengan kandungan minyak sekitar 14,7 persen harus kurang dari 200 dollar AS per ton atau sekitar Rp1,8 juta per ton.

"Produksi mikroalga untuk produksi energi skala besar saat ini masih dalam fase pengembangan. Biaya produksi biodiesel berbasis mikroalga masih memerlukan penurunan secara signifikan agar dapat kompetitif dengan sumber diesel lainnya," kata dia.

Walau biaya operasional produksi mikroalga dari limbah cair agroindustri cukup besar, namun analisis biaya tersebut belum memperhitungkan kemungkinan keuntungan lain baik keuntungan ekonomis maupun lingkungan.

Kemungkinan keuntungan tersebut seperti produksi biogas pada pra-perlakuan limbah cair, pupuk organik dari digester anaerobik, hasil samping berupa bahan pakan atau produk bernilai tinggi lainnya, penurunan emisi gas rumah kaca, pengolahan limbah cair, recycling nutrien, recycling air, dan pencegahan eutrofikasi di badan air penerima, serta keuntungan sosial lainnya, kata Suprihatin.
(S022)

Editor: Bambang
COPYRIGHT © 2011
Sumber : www.antaranews.com
at April 08, 2011 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Biodiesel, Bioenergy, Biofuels

Sunday, April 03, 2011

Ganggang Mikro Bersihkan Limbah Nuklir

Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: Tri Wahono
Jumat, 1 April 2011 | 15:09 WIB
Dibaca: 3322
Komentar: 3
AFPPara pekerja di PLTN Fukushima, Jepang, Rabu (23/3/2011), berupaya untuk mendinginkan PLTN itu. Sistem pendingin reaktor PLTN itu rusak akibat gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu.

KOMPAS.com - Closterium moniliferum, salah satu jenis ganggang mikro yang hidup di air tawar, memiliki potensi untuk membersihkan limbah nuklir yang larut dalam air. Potensi tersebut dipaparkan oleh ilmuwan Northwestern University di Evanston Illinois, Minna Krejci, dalam acara American Chemical Society di Anaheim, California.

Menurut Krejci, alga tersebut mampu membersihkan limbah Strontium-90, salah satu limbah nuklir paling berbahaya dan memiliki waktu paruh 30 tahun. Closterium moniliferum akan menyaring Strontium-90 dari air, mengakumulasi dalam bagian sel-nya yang disebut vakuola dan mengendapkannya dalam bentuk kristal.

Ada sekian tantangan untuk mewujudkan potensi itu. Pertama, limbah reaktor nuklir maupun material radioaktif yang tak sengaja keluar lebih kaya akan kalsium daripada strontium. Ini mempersulit akumulasi strobnsium ke sel alga tanpa harus mengakumulasikan klasiumnya. "Kita butuh metode pemilihan yang sangat selektif dan efisien," kata Krejci.

Kedua, sebenarnya alga ini lebih "cinta" pada Barium sehingga cenderung mengambil unsur tersebut daripada strontium. Tapi, karena strontium memiliki ukuran dan karakteristik antara barium dan kalsium, maka nantinya strontium juga akan terambil. Sementara, kalsium yang memiliki sifat lebih jauh dari unsur tersebut akan tertinggal atau tak terakumulasi.

Kini Kreijci sedang berupaya untuk mengetahui pembentukan kristal dan akumulasi strontium yang lebih selektif. Sejauh ini, telah diketahui bahwa alga tak pernah sengaja membawa strontium ke dalam sel. Kristal terbentuk karena tingginya konsentrasi sulfat dalam vakuola, menyebabkan barium dan strontium dengan kelarutannya yang rendah cepat mengendap.

Untuk mengoptimalkan akumulasi strontium, Kerijci punya beberapa alternatif. Limbah reaktor nuklir atau material radioaktif yang tak sengaja keluar bisa diperkaya dengan barium sehingga memacu alga untuk mengambil strontium pula. Menurut Kreijci, ini bukanlah hal sulit sebab hanya sedikit saja barium yang dibutuhkan.

Kemungkinan lain adalah merekayasa konsentrasi sulfat di lingkungan alga tumbuh sehingga akan mempengaruhi perubahan konsentrasi sulfat di dalam vakuola. "Sekali kita mengetahui bagaimana sel merespon kondisi ini, kita bisa berpikir dengan lebih elegan tentang cara memanipulasinya," papar Kreijci yang memublikasikan idenya di Jurnal Nature.

Hingga kini Kreijci belum mengetes ketahanan Closterium moniliferum di lingkungan radioaktif. Tapi, meski ketahanannya rendah, alga pasti bisa mengakumulasi strontium sebab prosesnya cuma memakan waktu singkat. "Hanya 30 menit hingga 1 jam untuk mengendapkan kristal. Jika tambahan dibutuhkan, mereka mudah untuk dikulturkan," kata Kreijci.

Gija Geme, ahli kimia dari University of Central Missouri mengatakan, "ini adalah hot topics." Menurutnya, kajian Krejci tentang pengakumulasian logam sangat signifikan dampaknya bagi lingkungan. Ia meminta Kreijci untuk tak terlalu lama meneliti mengapa alga mengakumulasi unsur tersebut sebelum mengetesnya langsung dalam membersihkan limbah radioaktif.

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/04/01/15093177/Ganggang.Mikro.Bersihkan.Limbah.Nuklir

at April 03, 2011 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Microbiology

Wednesday, March 23, 2011

TWAS Fellowships: 2011 call for applications now open

Postgraduate, postdoctoral, visiting scholar and advanced research fellowships available to scientists from developing countries. Deadlines vary.

TWAS Fellowships: 2011 call for applications now open

As of 1 March, TWAS is accepting applications for its postgraduate, postdoctoral, visiting scholars and advanced research fellowship programmes. The fellowships are offered to scientists from developing countries and are tenable at centres of excellence in various countries in the South, including Brazil, China, Kenya, India, Malaysia, Mexico, Pakistan, Thailand. Eligible fields include: agricultural and biological sciences, medical and health sciences, chemistry, engineering, astronomy, space and earth sciences, mathematics and physics.

Please see www.twas.org > Programmes > Exchange for the latest information regarding all these programmes, including eligibility criteria, deadlines, etc, and to download the application forms. Women scientists are especially encouraged to apply.

Source : http://www.twas.org/

at March 23, 2011 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Scholarships

Beasiswa untuk studi pascasarjana di Jerman 2012/2013

The German Academic Exchange Service/Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD) memberikan beasiswa bagi Peneliti LIPI untuk program pasca sarjana dengan relevansi ke negara-negara berkembang Tahun 2012/2013 untuk Gelar Master dan PhD. Batas Pendaftaran tanggal 28 Juli 2011.
Program Studi sebagai berikut :
1. Economic Sciences/Business Administration/Political Economics
2. Development Co-operation
3. Engineering and related Sciences
4. Mathematics
5. Regional Planning
6. Agricultural and Forest Sciences
7. Environmental Sciences
8. Public Health/Vertenary Medice/Medicine
9. Social Sciences, Education and Law
10. Media Studies
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ms. Muji/Ms. Dwi
Telp. (021) – 520 08 70, 525 28 07
Fax. (021) – 526 28 22
e-mail : info@daadjkt.org
at March 23, 2011 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Scholarships

Tanaman Pangan Tahan Perubahan Iklim

Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: Tri Wahono
Rabu, 2 Maret 2011 | 22:34 WIB

SHUTTERSTOCK Sorghum
1

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah ancaman perubahan iklim yang bisa menyebabkan kegagalan panen dan krisis pangan, ada satu harapan. Sorghum, salah satu jenis tanaman serealia yang kini banyak dikembangkan di Afrika dan India, ternyata bisa bertahan di tengah kondisi tersebut.

"Perubahan iklim adalah salah satu kesempatan bagi sorghum. Perubahan iklim menyebabkan kebanyakan area dimana kita menanam tanaman pangan mengalami kekeringan dan peningkatan suhu," kata Tesfaye T. Tesso Ph.D, peneliti sorghum dari Amerika Serikat di Jakarta, Rabu (2/3/2011). Ia menjadi salah satu pembicara seminar mengenai teknologi sorghum yang digelar Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Tesso mengatakan, komplikasi yang lebih parah bisa mengakibatkan marginalisasi lahan dan berkurangnya kesuburan tanah. Dalam situasi tersebut, menurutnya, tak banyak jenis tanaman pangan yang bisa dibudidayakan karena tidak toleran terhadap suhu tinggi dan kekeringan.

"Karena adaptasi alaminya, sorghum memiliki potensi besar untuk memberi pangan pada kondisi tersebut," papar Tesso.

Menurut Tesso, sorghum memiliki kapasitas untuk mengekstrak kelembapan tanah yang rendah, tingkat penguapan air di daun yang rendah serta kapasitas untuk mengekstrak nutrisi dari tanah jadi bisa bertahan. Berdasarkan kondisi pengembangan sorghum saat ini, Tesso mengatakan bahwa 5 negara yang bisa memproduksi sorghum terbesar adalah Amerika Serikat, Nigeria, Sudan, India, dan Ethiophia.

Indonesia sendiri cukup memiliki potensi asalkan serius dalam mengembangkannya. Salah satunya dengan pemuliaan bibit yang sesuai kondisi lahan di Indonesia dengan teknologi nuklir. Dalam seminar di mana Tesso menjadi salah satu pembicaranya itu, dipamerkan beberapa produk pangan berbasis sorghum, diantaranya brondong sorghum, pilus sorghum, dan kue sorghum.

at March 23, 2011 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Biotechnology

Sorghum Jadi Bahan "Fast Food" buat Sapi

Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: Tri Wahono
Rabu, 2 Maret 2011 | 22:38 WIB

SHUTTERSTOCK Sorghum
1

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti dari Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), Ir. Suharyono M.Rur. Sci., kini tengah mengembangkan fast food untuk ternak. Bahan dasar dari fast food tersebut adalah sorghum, jenis tanaman serealia yang bisa tumbuh di lahan kering.


Untuk membuatnya, sorghum terlebih dahulu dibuat menjadi silase. Dalam prosesnya, sorghum dipotong-potong menjadi lebih pendek, kemudian dimasukkan dalam wadah kedap udara dan difermentasi.

"Setelah jadi silase, lalu ditambahkan biosuplemen dan bahan-bahan lain sebagai media," kata Suharyono yang merupakan peneliti nutrisi ternak Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Sorghum yang menjadi bahan dasar pembuatan fast food ini diketahui lebih bernutrisi dari jenis pakan lain seperti rumput gajah. Salah satu indikatornya, sorghum memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, yakni 10-12%. Selama ini, sorghum yang diberikan pada ternak berupa silase dan sorghum segar yang telah dipotong-potong.

Diketahui, sorghum juga adalah pangan ternak yang sangat potensial untuk diberikan pada sapi. Fast food untuk ternak ini kini tengah dikembangkan namun wujudnya nanti belum bisa diketahui. Suharyono mengungkapkan, dengan fast food ini, diharapkan penggunaan sorghum lebih meluas dan ternak pun mendapatkan nutrisi yang lebih baik.

Lalu, dimana peran teknologi isotop dan radiasi dalam pengembangan pakan ternak ini? "Dengan isotop, kita bisa tahu apakah pakan itu bagus bagi ternak dengan melihat jumlah fosfor yang terserap. Dengan radiasi, kita bisa tahu logam berat dan mineral yang terdapat di bahan pakan," kata Suharyono.

Sorghum adalah tanaman yang bisa dimanfaatkan biji, batang dan daunnya. Selain bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, tanaman ini juga punya potensi sebagai bahan pangan manusia. Jenis serealia ini bisa ditanam di lahan kering sehingga bisa jadi alternatif bagi penduduk dimana padi, jagung atau gandum sulit dibudidayakan.


at March 23, 2011 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Biotechnology

CALL FOR PAPERS http://asian-transactions.org

CALL FOR PAPERS http://asian-transactions.org/CallForPapers.pdf (also find the attached file)

Dear Associate,

We take this opportunity to invite you and your associates to visit the online Asian Transactions (AT) at http://www.asian-transactions.org and submit research papers in all the fields of Engineering, Sciences, Computing and Technology. The Asian Transactions aims to provide a spacious range of the highly quality, creative, original, and excellent technological publications covering a broad area of research activities in the Engineering, Computing and Sciences principles. It makes the exchange of scientific and practical knowledge; and information among technology professionals. All articles in Asian Transactions are peer reviewed and our expert referees ensure that the papers accepted for publication conform to the high scientific standards of Asian Transactions.


Sincerely,
The Editorial Board of Asian Transactions
Contact information: editor@asian-transactions.org
Journal web site: http://www.asian-transactions.org


CALL FOR PAPERS ( http://www.asian-transactions.org )


I. Asian Transactions on Engineering
ATE

ISSN : 2221 - 4267
Volume: 01 Issue: 02

· Paper Submission : 31st March 2011

· Author Notification : 15th April 2011

· Journal Publication : 30th April 2011



II. Asian Transactions on Computers
ATC

ISSN: 2221-4275

Volume: 01 Issue: 02

· Paper Submission : 31st March 2011

· Author Notification : 15th April 2011

· Journal Publication : 30th April 2011


III. Asian Transactions on Basic dan Applied Sciences
ATBAS

ISSN: 2221-4291

Volume: 01 Issue: 02

· Paper Submission : 31st March 2011

· Author Notification : 15th April 2011

· Journal Publication : 30th April 2011



IV. Asian Transactions on Sciences dan Technology
ATST

ISSN: 2221-4283

Volume: 01 Issue: 02

· Paper Submission : 31st March 2011

· Author Notification : 15th April 2011

· Journal Publication : 30th April 2011


V. Asian Transactions on Fundamentals of Electronics, Communication dan Multimedia
ATFECM

ISSN: 2221-4305

Volume: 01 Issue: 02

· Paper Submission : 31st March 2011

· Author Notification : 15th April 2011

· Journal Publication : 30th April 2011

Submit: editor@asian-transactions.org OR chiefeditor.at@gmail.com
Publisher: AT Publishers



Sincerely,

Chief Editor AT
Asian Transactions
editor@asian-transactions.org

Thanks For Your Interest,
Manager.

Asian Transactions
http://www.asian-transactions.org/
Publish Journals of Engineering, Computing, Sciences dan Technology
at March 23, 2011 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Reasearch paper
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Tiga Tahun Lagi, Indonesia Yakin Lepas dari Impor Sapi

Jumat, 8 Januari 2016 Program sapi unggulan berhasil dikembangkan. VIVA.co.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasa...

  • Research Plagiarism
    Nature 451 , 397-399 (24 January 2008) | doi :10.1038/451397a ; Published online 23 January 2008 A tale of two citations M...
  • Tiga Tahun Lagi, Indonesia Yakin Lepas dari Impor Sapi
    Jumat, 8 Januari 2016 Program sapi unggulan berhasil dikembangkan. VIVA.co.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasa...
  • ITB, UI, UGM dan IPB Melawan PT Thailand dan Malaysia
    Oleh Cardiyan HIS Kalah dalam kuantiti publikasi di jurnal tetapi menang dalam kualiti publikasi. Tanya kenapa? Karena ITB yang merupakan re...

In RC Biotechnology LIPI

In RC Biotechnology LIPI

Contributors

  • Ahmad Saefudin
  • Puslit Bioteknologi LIPI

Language

Total Pageviews

Welcome to Research Center for Biotechnology LIPI

Loading...

Blog Archive

  • ▼  2016 (13)
    • January (13)
  • ►  2014 (5)
    • September (5)
  • ►  2013 (4)
    • June (1)
    • May (2)
    • April (1)
  • ►  2012 (22)
    • December (4)
    • November (3)
    • October (2)
    • June (2)
    • May (9)
    • February (2)
  • ►  2011 (53)
    • November (5)
    • October (14)
    • September (7)
    • August (2)
    • July (1)
    • June (5)
    • April (2)
    • March (14)
    • February (3)
  • ►  2010 (38)
    • December (1)
    • October (7)
    • September (2)
    • July (4)
    • June (1)
    • April (6)
    • March (13)
    • February (4)
  • ►  2009 (66)
    • December (21)
    • October (5)
    • September (12)
    • August (7)
    • June (7)
    • April (9)
    • March (4)
    • February (1)
  • ►  2008 (90)
    • December (1)
    • October (2)
    • September (15)
    • August (9)
    • July (11)
    • June (41)
    • May (7)
    • April (1)
    • January (3)
  • ►  2007 (7)
    • December (4)
    • November (1)
    • October (2)
  • ►  2006 (6)
    • May (1)
    • March (5)
  • ►  2005 (20)
    • December (8)
    • July (8)
    • June (2)
    • May (2)
  • ►  2004 (6)
    • December (1)
    • November (1)
    • August (4)

Labels

  • Agriculture
  • Agronomy
  • Aromatic Plants
  • Award
  • Bio Industry
  • Biodiesel
  • Biodiversity
  • Bioenergy
  • biofertilizer
  • Biofuels
  • Bioinformatics
  • Biomaterial
  • Biomedicines
  • Biopiracy
  • Biorefinery
  • Bioremediation
  • Bioresources
  • Biosafety
  • Biotechnology
  • Cancer
  • Castle
  • Conference
  • Cosmetic
  • Crops
  • Database
  • DNA Tools
  • Educations
  • Energy
  • Environments
  • Etnomedicines
  • Events
  • Farmasi
  • Fishery
  • Fitofarmaka
  • Food
  • Food Fields
  • Food processing
  • Food Safety
  • Food Security
  • Global Warmings
  • GMO
  • Horticulture
  • Humanosphere
  • Indonesia
  • IPTEK
  • Jasa
  • Journals
  • LIPI
  • LIPI Expo
  • lowongan
  • Medicines
  • Microbiology
  • Nanoteknologi
  • Nobel
  • Nutritions
  • Patents
  • Perpustakaan
  • Peternakan
  • Produk
  • RC for Biotechnology
  • Reasearch paper
  • Regulatory
  • Renewable energy
  • Research
  • Research Grants
  • Researcher
  • Rule
  • Scholarships
  • Science Day
  • Science Park
  • Sel Punca
  • Seminar
  • Seminars
  • Software
  • Sorgum
  • Standards
  • Stem Cell
  • Techno Park
  • Training
  • Transgenic
  • Vacancies
  • Veteriner
  • Videos
  • Virus
  • Weapons
  • Workshop

Report Abuse

Journals Onlines

  • Science Development
  • Gen News

CropBiotech Update

Loading...

Link

  • Perpustakaan Bioteknologi LIPI
  • RISTEK
  • SEAMEO BIOTROP
  • Bioteknologi Perkebunan
  • Litbang Deptan
  • Balit Biogen
  • LIPI
  • Puslit Bioteknologi LIPI

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments

RSS : Jurnal Online LIPI

Loading...

CGIAR Site Updates

Loading...
  • Home

Komisi Bioetika Nasional

Loading...

FAO: BIOTECHNOLOGY

Loading...

Search This Blog

Popular Posts

  • ITB, UI, UGM dan IPB Melawan PT Thailand dan Malaysia
    Oleh Cardiyan HIS Kalah dalam kuantiti publikasi di jurnal tetapi menang dalam kualiti publikasi. Tanya kenapa? Karena ITB yang merupakan re...
  • Mencegah Penularan, Strategi Efektif Atasi AIDS : OPINI
    Dr Andi Utama, Peneliti Puslit Bioteknologi LIPI; Postdoctoral Fellow of Japan Society for Promotion of Science, National Institute of Infec...
  • Penemuan Protein Baru yang Bersifat Inhibitor Terhadap Enzim Helikase dari Flavivirus
    Pelaksana : Andi Utama Abstrak Infeksi flavivirus seperti virus hepatitis C (HCV) dan japanese encephalitis (JEV) menyebabkan penyakit yang ...
  • Peneliti IPB Produksi Biodiesel dari Mikroalga Limbah
    Bogor (ANTARA News) - Peneliti dari Institut Pertanian Bogor berhasil membuat rancangan sistem produksi ...
  • Kloning Terapi Makin Jadi Kenyataan
    Minggu, 19 Juni 2005 ISTILAH "kloning" selama ini lebih banyak memberikankesan menakutkan daripada harapan. Ini dikarenakanperkemb...
  • Plastik Ramah Lingkungan dari Kelapa Sawit
    MEDAN, JUMAT - Peneliti Universitas Sumatera Utara, Basuki Wirjosentono, mengenalkan plastik ramah berbahan hasil samping minyak sawit menta...
  • IPB Ciptakan Biofuel dari Kapang
    BOGOR -- Satu lagi temuan baru dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Adalah Dr. Hefni Effendi, staf pengajar di Departemen Manajemen Sumberda...
  • Virus Ini Bisa Memusnahkan Spesies Manusia
    ROTTERDAM, KOMPAS.com — Inilah virus paling berbahaya. Virus ini bisa memusnahkan manusia, tetapi sekaligus juga dibuat oleh manusia. Tak ad...
  • APA BENAR KEDELAI TRANSGENIK BERBAHAYA???
    Selama tiga hari berturut diberitakan di TV RCTI bahwa kedelai transgenik berbahaya bagi kesehatan manusia karena kemungkinan beracun, menye...
  • Sintesis recombinant Human-erythropoietin (hEPO) pada Barley Stripe Mosaic Virus (BSMV) dan yeast Pichia pastoris
    Pelaksana : Adi Santoso Abstrak Human erythropoietin (hEPO) adalah glycoprotein yang bersifat seperti hormon dan mempunyai berat molekul seb...

GEN News Feed

Loading...

PubMed Central News

Loading...

NCBI Bookshelf News

Loading...

Meat & Milk Project: Animal Husbandry Technology

Loading...
Simple theme. Powered by Blogger.