Kepada Yth. Rekan Dokter dan Praktisi Medis
Perihal: Undangan ANTI-AGING TODAY! Open House & Afternoon Tea Cocktail
Prospek Pengembangan Praktek Scientific Anti-Aging Medicine di Indonesia
Dengan Hormat,
ANTI-AGING MEDICINE telah menjadi istilah yang amat populer saat ini. Sebagai usaha agar disiplin ilmu baru ini dapat berkembang secara positif di Indonesia, Pusat Studi Kedokteran Anti-Penuaan / Center for Study of Anti-Aging Medicine (CSAAM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, bekerjasama dengan organisasi dunia American Acad emy of Anti-Aging Medicine (A4M), European Society of Anti-Aging Medicine (ESAAM), Austral Asia Acad emy of Anti-Aging Medicine (A5M), yang tergabung dalam World Acad emy of Anti-Aging Medicine (WAAAM) mengadakan ABAARM Clinical Training Course (ACTC) 24-27 Febuari 2008 di The Sultan Hotel Executive Club, Jl. Gatot Subroto – Jakarta. ACTC bertujuan memberikan pelatihan yang benar dan ilmiah kepada rekan dokter yang berminat menekuni praktek anti-aging medicine. Acara ini juga didukung oleh Perkumpulan Kedokteran Anti-Penuaan Indonesia (PERKAPI) / Indonesian Society of Anti-Aging Medicine (ISAAM), organisasi resmi yang menaungi praktek anti-aging medicine di Indonesia.
Dalam rangka memperkenalkan rangkaian program acara dan prospek pengembangan anti-aging medicine di Indonesia, bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Dokter yang terlibat/berminat dalam industri kesehatan/medis untuk menghadiri:
Acara : ANTI-AGING TODAY! Open House & Afternoon Tea Cocktail
Hari/Tgl : Setiap Jumat, Januari 25, Febuari 01, 08, 15, 22
Waktu : Pk 15.30 – Pk 17.00
Tempat : Magnolia Wellness Clinic
Alamat : Jl. Suryo No. 33 Kebayoran, Jakarta Selatan 12180. Tel (021) 7250480.
Susunan Acara:
» Pembukaan dan Kata Sambutan dari Sekjen PERKAPI
» Perkenalan Organisasi dan Aktifitas terkait Anti-Aging Medicine
» Prospek dan Implikasi Pengembangan Anti-Aging Medicine di Indonesia
» ABAARM Clinical Training Course untuk Medical Doctors
» ANTI-AGING TODAY! Public Forum untuk Health-Conscious Societies
» IFPA-Asia Workshop untuk Fitness Professionals & Personal Fitness Trainers
» Bali Bliss Escape – Wellness Retreat Program
Kami percaya kehadiran Bapak/Ibu/Dokter pada acara akan membuka wawasan baru tentang metode penanganan kesehatan masa depan. Untuk pertanyaan dan registrasi, silahkan menghubungi 0888 110 6588. Sampai jumpa di acara.
Salam sejahtera,
Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd
Pusat Studi Kedokteran Anti-Penuaan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Dr Suharto, SpKO, DPH
Perkumpulan Kedokteran Anti-Penuaan Indonesia/Indonesia n Society of Anti-Aging Medicine.
Tuesday, January 22, 2008
APA BENAR KEDELAI TRANSGENIK BERBAHAYA???
Selama tiga hari berturut diberitakan di TV RCTI bahwa kedelai transgenik berbahaya bagi kesehatan manusia karena kemungkinan beracun, menyebabkan alergi, menyebabkan manusia kebal terhadap antibitotik, dan dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan kanker sehingga kedelai transgenik tidak diterima di Jepang dan Negara Eropa.
.
Pada kesempatan ini saya memberikan tanggapan dalam forum ini. Statement tsb tidak benar karena kedelai transgenik sudah dinyatakan aman pangan, pakan, dan aman lingkungan di Jepang, dan aman pangan di negara Uni Eropa, Rusia, Switzerland, dan Czech Republic (baca penjelasan di bawah). Bahkan beberapa negara Eropa (Jerman, Perancis, Portugal, Republik
Czechnia, Slovakia dan Spanyol) sudah menanam jagung transgenik. WHO sudah mengeluarkan pernyataan bahwa tanaman transgenik yang sudah mendapat ijin komersial di suatu negara, aman untuk dikonsumsi karena sudah melalui pengkajian keamanan pangan sesuai dengan Pedoman standar internasional (CODEX, FAO/WHO Guideline).
Satu sampai dua persen orang dewasa dan 4-6 % anak-anak menderita alergi akibat makanan (Anderson, 1996). Codex Alimentarius Commision telah mengadopsi daftar komoditas sebagai bahan makanan yang paling dikenal sebagai sumber bahan penyebab alergi (allergen). Bahan penyebab alergi antara lain adalah: kacang tanah, kedelai, gandum, padi, papaya, Brazil nut, apel, susu, telur, crustacean (kepiting, udang, kerang) dan ikan (Metcalfe, 1985, Metcalfe et al, 1996, Astwood dan Fuchs., 1996). Jadi kedelai yang BUKAN transgenik pun merupakan salah satu sumber alergen.
Kecuali itu kedelai non transgenik dan transgenik sama sama mengandung trypsin inhibitor, lectin, urease.
Kedelai transgenik yang telah dikomersialkan secara global hanya ada dua jenis yaitu (1) kedelai toleran herbisida dan (2) kedelai dengan kandungan asam oleat (asam lemak) tinggi. Data dari AgBios data base menyebutkan bahwa kedelai transgenik dengan kandungan asam oleat tinggi telah memperoleh ijin komersialisasi di 4 negara setelah memperoleh status aman
pangan di negara Kanada (th 2000), Jepang (2001), AS (1997), dan Australia 2000); aman pakan di 3 negara, Kanada (th 2000), Jepang (2000), dan AS (1997); dan aman lingkungan di 3 negara, Kanada (th 2000), Jepang (1999), dan AS (1997).
Sedangkan kedelai transgenik toleran herbisida, menurut Clive James (2006), pada tahun 2006 ditanam oleh sembilan negara yaitu AS, Argentina, Brazil, Paraguay, Kanada, Uruguay, Afrika Selatan, Rumania, dan Meksiko, dengan dengan luas 58, 6 juta ha atau 57% dari total luas tanaman transgenik secara global yaitu 102 juta ha.
Kedelai transgenik hanya dapat dikomersialkan kalau sudah dilakukan pengkajian keamanan lingkungan yang meliputi pengujian weediness, out crossing, secondary and non-target (predator, parasit, serangga berguna) adverse effects, dan impact on biodiversity di confined field trial (lapangan uji terbatas) dan dinyatakan "aman lingkungan". Selain itu harus melalui pengkajian keamanan pangan dan pakan yang meliputi pengujian alergenisitas, toksisitas, dietary exposure, dan analisa nutritional, dan dinyatakan "aman pangan/pakan" . Dibandingkan dengan tanaman non transgenik, tanaman transgenik harus melalui pengkajian keamanan lingkungan, keamanan pangan/pakan secara komprehensif dengan metode ilmiah dan sahih. Ketetapan aman pangan, pakan, dan aman lingkungan diberikan oleh Lembaga Pengatur (regulatory bodies) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada di
masing-masing negara.
IJIN DI JEPANG
Galur (event) kedelai transgenik dengan kandungan asam oleat tinggi:
G94-1, G94-19, G168 mengandung gen GmFad2-1 yang mengkode enzim delta(12)-fatty acid dehydrogenase (Glycine max) masing memperoleh ketetapan aman pangan pada th 2001,aman pd th 2000, dan aman lingkungan pd th 1999.
Galur (event) kedelai transgenik toleran herbisida:
GTS 40-3-2 dan MON89788 mengandung gen CP4 epsps (toleran herbisida glyphosate) masing-masing memperoleh ketetapan aman pangan pada th 1996 dan th 2007.
A5547-127 mengandung gen PAT (toleran herbisida glufosinate) aman pangan (th 2005), aman pakan dan aman lingkungan (th 2006)
A2704-12, A2704-21, A5547-35 mengandung gen PAT (toleran herbisida glufosinate) aman pangan (th 2002), aman pakan (th 2003), dan aman lingkungan (th 1999).
IJIN DI EROPA
Galur (event) kedelai transgenik toleran herbisida:
GTS 40-3-2 mengandung gen CP4 epsps (toleran herbisida glyphosate) memperoleh ketetapan aman pangan di Switzerland (th 1996), Czech Republic (th 2001), Rusia (th 2002), dan Uni Eropa (th 2005).
"A BAD NEWS IS A GOOD NEWS"
Bagi yang tertarik untuk mengetahui dokumen-dokumen resmi kedelai transgenik atau tanaman transgenik yang lain dapat meng akses web site lembaga pengatur seperti APHIS/USDA, EPA, FDA,Canadian Food Inspection Agency, Health Canada Novel Foods, atau ke web site AgBios. Atau baca makalah Clive James (2006) Global Status of Commercialized Biotech/GM Crops: 2006.
Seharusnya yang melakukan TANGGAPAN secara resmi adalah DEPTAN, atau perhimpunan profesi
M. Herman.
[sumber milis biotek@yahoogroups.com]
.
Pada kesempatan ini saya memberikan tanggapan dalam forum ini. Statement tsb tidak benar karena kedelai transgenik sudah dinyatakan aman pangan, pakan, dan aman lingkungan di Jepang, dan aman pangan di negara Uni Eropa, Rusia, Switzerland, dan Czech Republic (baca penjelasan di bawah). Bahkan beberapa negara Eropa (Jerman, Perancis, Portugal, Republik
Czechnia, Slovakia dan Spanyol) sudah menanam jagung transgenik. WHO sudah mengeluarkan pernyataan bahwa tanaman transgenik yang sudah mendapat ijin komersial di suatu negara, aman untuk dikonsumsi karena sudah melalui pengkajian keamanan pangan sesuai dengan Pedoman standar internasional (CODEX, FAO/WHO Guideline).
Satu sampai dua persen orang dewasa dan 4-6 % anak-anak menderita alergi akibat makanan (Anderson, 1996). Codex Alimentarius Commision telah mengadopsi daftar komoditas sebagai bahan makanan yang paling dikenal sebagai sumber bahan penyebab alergi (allergen). Bahan penyebab alergi antara lain adalah: kacang tanah, kedelai, gandum, padi, papaya, Brazil nut, apel, susu, telur, crustacean (kepiting, udang, kerang) dan ikan (Metcalfe, 1985, Metcalfe et al, 1996, Astwood dan Fuchs., 1996). Jadi kedelai yang BUKAN transgenik pun merupakan salah satu sumber alergen.
Kecuali itu kedelai non transgenik dan transgenik sama sama mengandung trypsin inhibitor, lectin, urease.
Kedelai transgenik yang telah dikomersialkan secara global hanya ada dua jenis yaitu (1) kedelai toleran herbisida dan (2) kedelai dengan kandungan asam oleat (asam lemak) tinggi. Data dari AgBios data base menyebutkan bahwa kedelai transgenik dengan kandungan asam oleat tinggi telah memperoleh ijin komersialisasi di 4 negara setelah memperoleh status aman
pangan di negara Kanada (th 2000), Jepang (2001), AS (1997), dan Australia 2000); aman pakan di 3 negara, Kanada (th 2000), Jepang (2000), dan AS (1997); dan aman lingkungan di 3 negara, Kanada (th 2000), Jepang (1999), dan AS (1997).
Sedangkan kedelai transgenik toleran herbisida, menurut Clive James (2006), pada tahun 2006 ditanam oleh sembilan negara yaitu AS, Argentina, Brazil, Paraguay, Kanada, Uruguay, Afrika Selatan, Rumania, dan Meksiko, dengan dengan luas 58, 6 juta ha atau 57% dari total luas tanaman transgenik secara global yaitu 102 juta ha.
Kedelai transgenik hanya dapat dikomersialkan kalau sudah dilakukan pengkajian keamanan lingkungan yang meliputi pengujian weediness, out crossing, secondary and non-target (predator, parasit, serangga berguna) adverse effects, dan impact on biodiversity di confined field trial (lapangan uji terbatas) dan dinyatakan "aman lingkungan". Selain itu harus melalui pengkajian keamanan pangan dan pakan yang meliputi pengujian alergenisitas, toksisitas, dietary exposure, dan analisa nutritional, dan dinyatakan "aman pangan/pakan" . Dibandingkan dengan tanaman non transgenik, tanaman transgenik harus melalui pengkajian keamanan lingkungan, keamanan pangan/pakan secara komprehensif dengan metode ilmiah dan sahih. Ketetapan aman pangan, pakan, dan aman lingkungan diberikan oleh Lembaga Pengatur (regulatory bodies) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada di
masing-masing negara.
IJIN DI JEPANG
Galur (event) kedelai transgenik dengan kandungan asam oleat tinggi:
G94-1, G94-19, G168 mengandung gen GmFad2-1 yang mengkode enzim delta(12)-fatty acid dehydrogenase (Glycine max) masing memperoleh ketetapan aman pangan pada th 2001,aman pd th 2000, dan aman lingkungan pd th 1999.
Galur (event) kedelai transgenik toleran herbisida:
GTS 40-3-2 dan MON89788 mengandung gen CP4 epsps (toleran herbisida glyphosate) masing-masing memperoleh ketetapan aman pangan pada th 1996 dan th 2007.
A5547-127 mengandung gen PAT (toleran herbisida glufosinate) aman pangan (th 2005), aman pakan dan aman lingkungan (th 2006)
A2704-12, A2704-21, A5547-35 mengandung gen PAT (toleran herbisida glufosinate) aman pangan (th 2002), aman pakan (th 2003), dan aman lingkungan (th 1999).
IJIN DI EROPA
Galur (event) kedelai transgenik toleran herbisida:
GTS 40-3-2 mengandung gen CP4 epsps (toleran herbisida glyphosate) memperoleh ketetapan aman pangan di Switzerland (th 1996), Czech Republic (th 2001), Rusia (th 2002), dan Uni Eropa (th 2005).
"A BAD NEWS IS A GOOD NEWS"
Bagi yang tertarik untuk mengetahui dokumen-dokumen resmi kedelai transgenik atau tanaman transgenik yang lain dapat meng akses web site lembaga pengatur seperti APHIS/USDA, EPA, FDA,
Seharusnya yang melakukan TANGGAPAN secara resmi adalah DEPTAN, atau perhimpunan profesi
M. Herman.
[sumber milis biotek@yahoogroups.com]
Wednesday, January 02, 2008
THE 1ST INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON MOLECULAR PATHOGENESIS
“Recent Advances on Molecular Pathogenesis and Applications to Pharmaceutical Product Development” January 15, 2008 AND
WORKHOP: “Synthetic Genes and Their Uses for Various Applications”
January 16 – 17, 2008
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Organized and hosted by School of Pharmacy , ITB, Indonesia in collaboration with University of Groningen , The Netherlands
for more informations, please visit : www.patho-fa. net
WORKHOP: “Synthetic Genes and Their Uses for Various Applications”
January 16 – 17, 2008
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Organized and hosted by School of Pharmacy , ITB, Indonesia in collaboration with University of Groningen , The Netherlands
for more informations, please visit : www.patho-fa. net
Friday, December 28, 2007
BIOTROP Calls for Research Proposals
The SEAMEO BIOTROP is one of the 15 centers under Southeast Asian Ministers of Education Organization based in Indonesia whose mission is to support biodiversity conversation and to support sustainable development. To this end, the organization is accepting research proposals for funding of up to IDR 40 million/proposal or US$ 15,000/proposal. Proposals from Indonesian lecturers, researchers or PhD students in the areas of: 1) biofuel, 2) biodiversity conversation and sustainable development, and 3) biotechnology are accepted.
The deadline for submission is January 19, 2008 and can be submitted by email to research@biotrop.org. More details available at http://www.biotrop.org/files/Research%202008.pdf.
The deadline for submission is January 19, 2008 and can be submitted by email to research@biotrop.org. More details available at http://www.biotrop.org/files/Research%202008.pdf.
Wednesday, December 12, 2007
Science Day FMIPA UI
Dalam rangka memperingati Dies Natalis FMIPA UI, untuk kedua kalinya FMIPA mengadakan Science Day yang merupakan ajang komunikasi kemajuan riset di FMIPA UI. Science Day berisi presentasi riset oleh staf dosen, pemberian apresiasi ilmiah Pimpinan FMIPA UI kepada staf dosen FMIPA UI yang berhasil dalam publikasi hasil penelitian di jurnal nasional dan internasional, serta sosialisasi terbentuknya 2 Center of Excellence (CoE), yaitu dalam bidang Nano Science and Technology (NST) dan CoE Indigenous Biological Resources (IBR)-Genome Studies di FMIPA UI. FMIPA UI mengundang para pakar dari dalam dan Luar Negeri yang kompeten: Prof. Antonius Suwanto (IPB); Prof. Dr. Yateman Aryanto (UGM); Prof. Dieter Trau (NUS Singapore), dan Prof. Morakot Tanticharoen (Director of BIOTEC, Thailand).
Acara ini terbuka bagi Mahasiswa, peneliti dari institusi riset, universitas dan swasta.Untuk Pendaftaran ke Sekretariat selambat-lambatnya tgl. 15 Desember 2007. Informasi selanjutnya dapat di lihat melalui website www.ns.ui.edu
.
Acara ini terbuka bagi Mahasiswa, peneliti dari institusi riset, universitas dan swasta.Untuk Pendaftaran ke Sekretariat selambat-lambatnya tgl. 15 Desember 2007. Informasi selanjutnya dapat di lihat melalui website www.ns.ui.edu
.
Yperite: Senjata kimia yang terlupakan
YPERITE
Yperite, mungkin kita sudah pernah mendengar senyawa satu ini. Senyawa yang sangat terkenal dalam perang dunia I yang digunakan oleh tentara Jerman dalam menghadapi perancis. Istilah Yperite itu sendiri di ambil dari nama sebuah kota didaerah Belgia, Yper, yang terkenal karena menjadi salah satu pusat pertempuran perang dunia I, dan penggunaan senyawa ini menjadi lazin pada kala itu.
Yperite, bis(2-chloroethyl) sulfide) atau dikenal dengan Gas Mustard, adalah suatu senyawa berupa gas, tidak berbau, sangat racun, dan dapat menimbulkan iritasi kepada kulit dan jaringan tubuh lain dalam beberapa jam setelah terkena gas ini. Senyawa ini bersifat mematikan serta telah digunakan dalam perang sebagai senjata kimia dalam mengalahkan musuh, salah satunya pada saat perang antara Amerika dibantu sekutu-sekutunya melawan Irak. Pada tahun 1993, telah diputuskan bahwa mustard gas harus dihancurkan dan dilarang digunakan dalam peperangan. Celakanya, sampai saat ini, beberapa negara besar seperti Amerika dan Rusia masih menyimpan stok senjata kimia berbahaya ini dalam volume yang cukup besar.
ILMUWAN CEKO DAN PATEN DEGRADASI YPERITE
Prof. Jiri Damborsky dan tim dari Loschmidt Laboratories, Masaryk University, Brno, Republik Ceko, telah mengembangkan metode dalam degradasi senyawa Yperite ini. Dengan menggunakan suatu biokatalis yang berupa enzim, Yperite bisa didegradasi dalam bentuk thioglycol yang tidak toxic. Proyek pengembangan yang didukung NATO dan beberapa lembaga penelitian di Eropa telah mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan (pemerintah, ilmuwan atau ekonom), dan enzim ini telah banyak dilirik oleh perusahaan enzim terkemuka untuk dijajaki kerjasama dalam produksi skala besar.
Rencana ke depan menjadikan dunia ini aman tanpa ada perang, dan tidak ada lagi penggunaan senjata kimia.
sumber : http://loschmidt. chemi.muni. cz/peg. [kutipan dari milis biotek]
Yperite, mungkin kita sudah pernah mendengar senyawa satu ini. Senyawa yang sangat terkenal dalam perang dunia I yang digunakan oleh tentara Jerman dalam menghadapi perancis. Istilah Yperite itu sendiri di ambil dari nama sebuah kota didaerah Belgia, Yper, yang terkenal karena menjadi salah satu pusat pertempuran perang dunia I, dan penggunaan senyawa ini menjadi lazin pada kala itu.
Yperite, bis(2-chloroethyl) sulfide) atau dikenal dengan Gas Mustard, adalah suatu senyawa berupa gas, tidak berbau, sangat racun, dan dapat menimbulkan iritasi kepada kulit dan jaringan tubuh lain dalam beberapa jam setelah terkena gas ini. Senyawa ini bersifat mematikan serta telah digunakan dalam perang sebagai senjata kimia dalam mengalahkan musuh, salah satunya pada saat perang antara Amerika dibantu sekutu-sekutunya melawan Irak. Pada tahun 1993, telah diputuskan bahwa mustard gas harus dihancurkan dan dilarang digunakan dalam peperangan. Celakanya, sampai saat ini, beberapa negara besar seperti Amerika dan Rusia masih menyimpan stok senjata kimia berbahaya ini dalam volume yang cukup besar.
ILMUWAN CEKO DAN PATEN DEGRADASI YPERITE
Prof. Jiri Damborsky dan tim dari Loschmidt Laboratories, Masaryk University, Brno, Republik Ceko, telah mengembangkan metode dalam degradasi senyawa Yperite ini. Dengan menggunakan suatu biokatalis yang berupa enzim, Yperite bisa didegradasi dalam bentuk thioglycol yang tidak toxic. Proyek pengembangan yang didukung NATO dan beberapa lembaga penelitian di Eropa telah mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan (pemerintah, ilmuwan atau ekonom), dan enzim ini telah banyak dilirik oleh perusahaan enzim terkemuka untuk dijajaki kerjasama dalam produksi skala besar.
Rencana ke depan menjadikan dunia ini aman tanpa ada perang, dan tidak ada lagi penggunaan senjata kimia.
sumber : http://loschmidt. chemi.muni. cz/peg. [kutipan dari milis biotek]
lowongan kerja: bio-safety/bio-risk officer
Dibutuhkan Biorisk Officer di Stem Cell & Cancer Institute (SCI), yang bertugas untuk turut menyusun dan mengawasi pelaksanaan sistem, prosedur dan kebijakan yang terkait dengan biosafety dan biosecurity di Laboratorium SCI.
Syarat:
• Sarjana S1 Biologi/Bioteknologi/Kedokteran/Mikrobiologi/Farmasi
• IPK diutamakan min. 3
• Menyukai bidang riset
• Berkeinginan kuat untuk belajar
• Bersedia untuk ditraining sesuai bidang pekerjaan yang dijalankan
• Mampu bekerja dengan cepat, teliti dan terorganisir
• Dapat bekerja dengan baik secara individu maupun dalam tim
Lamaran beserta kelengkapannya seperti CV/Resume, ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi (apabila ada) dll. dikirimkan ke :
Stem Cell & Cancer Institute (SCI)
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Pulomas, Jakarta
13210
Phone : 021-47860173 Fax : 021-47860180
Email: sci@sci-indonesia.org
Url : www.sci-indonesia.org
.
Syarat:
• Sarjana S1 Biologi/Bioteknologi/Kedokteran/Mikrobiologi/Farmasi
• IPK diutamakan min. 3
• Menyukai bidang riset
• Berkeinginan kuat untuk belajar
• Bersedia untuk ditraining sesuai bidang pekerjaan yang dijalankan
• Mampu bekerja dengan cepat, teliti dan terorganisir
• Dapat bekerja dengan baik secara individu maupun dalam tim
Lamaran beserta kelengkapannya seperti CV/Resume, ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi (apabila ada) dll. dikirimkan ke :
Stem Cell & Cancer Institute (SCI)
Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Pulomas, Jakarta
13210
Phone : 021-47860173 Fax : 021-47860180
Email: sci@sci-indonesia.org
Url : www.sci-indonesia.org
.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tiga Tahun Lagi, Indonesia Yakin Lepas dari Impor Sapi
Jumat, 8 Januari 2016 Program sapi unggulan berhasil dikembangkan. VIVA.co.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasa...
-
Nature 451 , 397-399 (24 January 2008) | doi :10.1038/451397a ; Published online 23 January 2008 A tale of two citations M...
-
Sabtu, 5 Desember 2015 11:39 WIB | 8.491 Views Para peneliti menemukan resep baru untuk mengembangkan penawar rasa sakit generasi selan...
-
Jumat, 8 Januari 2016 Program sapi unggulan berhasil dikembangkan. VIVA.co.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasa...