Friday, July 01, 2005

“SI KECIL” YANG CERDIK DAN ULET - Belajar dari virus

-Senin, 18 Agustus 2003 - Sorotan
Oleh Andi Utama*

“Sesungguhnya di langit dan di bumi ada bukti-bukti kekuasaan Tuhan, bagi orang yang beriman. Dan juga mengenai kejadianmu dan binatang yang bertebaran di muka bumi ini, semuanya menjadi bukti bagi kaum yang yakin” (Surat 45: 3-4).
Kita diperintahkan oleh Allah mempelajari ciptaanNya baik yang ada di langit maupun di bumi. Pengetahuan tentang ciptaan Allah tersebut akan menambah keimanan kita dan lebih mendekatkan kita kepadaNya. Selain itu, juga ada pelajaran yang bisa kita ambil daripadanya. Dalam tulisan ini, penulis akan sedikit menceritakan bagaimana virus, makhluk yang sangat kecil ini tidak pernah putus asa dan selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya.
Mutasi dan rekombinasi virus

Mungkin kita sering mendengar kalau virus melakukan mutasi dan rekombinasi. Mutasi adalah proses perubahan gen (DNA atau RNA) virus, dimana beberapa nukleotida pembentuk gen-nya berubah. Dengan bermutasi, virus ini merubah dirinya sehingga bisa menghindari dari tangkapan antibodi yang ada di dalam tubuh atau obat yang diminum untuk mengantisipasi virus tsb. Proses mutasi ini tidak terjadi pada gen-gen yang sangat diperlukan untuk perkembangbiakan virus itu sendiri. Mutasi hanya terjadi pada gen tertentu yang mengantisipasi ancaman yang datang. Dengan demikian, proses mutasi ini terjadi tanpa mengganggu kehidupan virus itu sendiri dan bertujuan tidak lain adalah untuk mempertahankan hidup virus tersebut.

Jika dengan bermutasi virus masih merasa tidak nyaman terhadap berbagai ancaman, mereka melakukan rekombinasi (penyilangan gen). Proses ini biasanya terjadi diantara virus yang secara genetika hubungannya dekat. Mereka kompak untuk saling membantu, sehingga mereka saling meminjamkan gen mereka. Dengan rekombinasi ini, tidak hanya bisa menghindar dari serangan antibodi dan obat, tetapi juga akan lebih stabil dan kuat sehingga bisa bertahan dan bergenerasi di alam.

Seperti contoh, vaksin polio. Vaksin polio yang umum digunakan adalah virus polio itu sendiri, dimana patogennya sudah dilemahkan. Vaksin ini terdiri dari campuran virus serotipe 1, 2, dan 3. Kalau kita minum vaksin polio, untuk beberapa bulan virus dapat dideteksi di feces penerima vaksin. Kalau kita analisa virus keluar melalui feces ini akan dapat dilihat mutasi virus tersebut. Dan diantaranya ada rekombinasi antara serotipe. Namun hanya sebagian kecil virus ini yang menyebabkan gejala polio.

Yang menjadi masalah adalah rekombinasi vaksin dengan virus polio liar atau virus yang secara genetika dekat dengan virus polio. Virus ini tidak hanya menyebabkan gejala polio pada individu, tapi juga menyebar menjadi wabah karena kemampuannya yang tinggi untuk menular.
Integrasi virus

Selain proses mutasi dan rekombinasi, integrasi adalah strategi lain dari virus untuk mempertahankan hidupnya. Stategi ini adalah strategi dimana gen virus menyatu dengan gen sel induknya. Strategi ini dilakukan oleh retrovirus seperti HIV. Dengan berintegrasi ini, virus seolah-olah menghilang dari sel, sehingga tidak bisa ditangkap oleh sistem imun tubuh atau obat. Selain itu, dengan integrasi ini virus bisa stabil di dalam sel untuk selamanya, sehingga sel akan terinfeksi selamanya (long life infection). Gen virus yang berintegrasi dengan gen sel induk akan menjalankan proses replikasi (perkembangbiakan) pada saat gen sel induk mengalami proses replikasi.

Pelajaran yang bisa diambil

Nah, apa pelajaran yang bisa kita ambil dari fenomena kehidupan virus ini? Kalau kita amati, sangatlah cerdik dan ulet virus ini. Mereka selalu berusaha untuk bisa lebih kuat dan tidak pernah berputus asa di dalam hidupnya. Mereka selalu berusaha berubah untuk bisa tahan terhadap berbagai faktor lingkungan yang menyerang dan merusak mereka. Sementara itu, tidak sedikit manusia yang pemalas dan cepat pasrah. Rasanya malu, kalau kita makhluk hidup yang paling tinggi dan sempurna, kalah semangat dengan virus, makhluk yang sangat kecil.
Keuletan virus ini perlu kita tiru. Seperti virus ini, kita tidak boleh cepat pasrah dan putus asa. Kita harus selalu berusaha untuk maju dan lebih punya power, sehingga tahan terhadap segala tantangan hidup ini. Untuk itu, kita harus selalu berpikir bagaimana kita bisa berubah sesuai dengan perubahan kondisi, lingkungan serta kemajuan zaman. Dan pemikiran itu harus diwujudkan dalam kenyataan, supaya kita bisa menilai salah benarnya pemikiran kita tersebut.
Selain itu, kerjasama antara virus untuk melakukan rekombinasi juga perlu ditiru. Kita semua tahu bahwa kita disuruh berjamaah dan saling membantu sesama kita. Dengan berjamaah ini, kita akan lebih mudah berjuang dalam mempebaiki diri dan merubah lingkungan.
Namun, suatu hal yang alami dan lumrah, tidak semua sifat virus itu adalah baik dan harus ditiru. Yang perlu kita tiru adalah sifat baik seperti yang diuraikan di atas. Sementara itu, sifat jelek virus seperti menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit pada manusia, tentunya harus kita jauhkan. Karena kita tahu bahwa melakukan sesuatu yang merugikan manusia lainnya, termasuk menyakitinya, adalah sikap yang dilarang.

Diakhir kata, penulis mengajak kita semua untuk memperhatikan dan kalau bisa memperlajari ciptaanNya dan mengambil makna yang ada di dalamnya. Tujuan akhir memperlajari ciptaan Allah tentu saja supaya lebih mendekatkan kita kepadaNya.

*Penulis adalah Peneliti Puslit Bioteknologi-LIPI dan pengurus ISTECS Japan.
sumber : http://kammi-jepang.net/sorotan.php?id=32

0 komentar:

Komisi Bioetika Nasional

CGIAR Site Updates

FAO: BIOTECHNOLOGY

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP