Wednesday, September 03, 2008

Kepadatan penduduk? Solusinya bioteknologi

oleh : Lahyanto Nadie

CHICAGO: Amerika Serikat memang tidak mau tanggung-tanggung jika menggelar hajat. Kali ini ia mengundang seluruh pelaku agribisnis dari seluruh dunia melalui BIO 2006. Sayang, tak satu pun pengusaha dari Indonesia memanfaatkan ajang ini.


Memang dari Asean hanya Singapura yang berani tampil dalam ajang sebesar ini. Tapi negara tetangga seperti Korea Selatan, India, Taiwan, Jepang, China dan Australia, memajang standnya dengan bangga. Tadi malam ajang bisnis itu dibuka dengan upacara yang megah berupa resepsi mewah suguhan musik dan tari.

Presiden Biotechnology Industry Organization Jim Greenwood menyatakan bioteknologi tidak dapat dihindari karena penduduk dunia terus bertambah. Jika pada 1999, jumlah penduduk baru enam miliar maka pada 2050 mendatang diperkirakan sudah mencapai sembilan miliar. Sementara area per kapita terus mengalami penurunan. Pada 1996 area per kapita seluas 0,45 hektare dan turun drastis pada 1998 jadi 0,28 hektare. "Nanti pada 2050 diperkirakan tinggal 0,15 hektare."

Bagi para pelaku bisnis mulai dari petani sampai kepada industriawan bioteknologi jelas mendatangkan manfaat yaitu dapat menekan biaya menjadi lebih rendah dan pendapatan yang tinggi yang pada akhirnya akan mendatangkan keuntungan yang lebih besar.

Bagi Negara berkembang seperti Indonesia sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mengembangkan bioteknologi karena tinggal belajar dari AS. PT Monstanto, misalnya, yang didirikan pada 1901 dan sejak 1990 telah melakukan pengujian terhadap jagung, kacang kedelai dan kapas yang ternyata aman bagi manusia. Untuk biaya risetnya saja sebesar US$588 juta per tahun tapi penjualannya telah mencapai US$6 miliar.

Namun tak ada yang sempurna dalam acara itu. Rencananya pembalap Paul Dana ke konvensi internasional tahunan 11 April untuk menjawab pertanyaan tentang tim Ethanol Indi Car dan melakukan diskusi mengenai dunia balap mobil kepada para pengunjung.

Tapi ia meninggal secara tragis di arena balap Miami. Dana dipilih sebagai pembicara karena ia adalah pembalap yang mempersiapkan untuk melakukan racing dengan menggunakan 100% etanol pada 2007. ?Kami berterima kasih kepadanya karena mendukung penggunaan etanol sebagai bahan bakar alternatif", kata Greenwood Senin.

BIO akan dihadiri oleh sedikitnya 1.100 perusahaan bioteknologi, institusi pendidikan, pusat bioteknologi pemerintahan dan organisasi yang berkaitan dengan bioteknologi di Amerika Serikat dan 31 negara lainnya. Para peserta BIO meliputi penelitian dan pengembangan kesehatan, agribisnis, industri dan produk bioteknologi lingkungan.

Greenwood menjelaskan bahwa sedikitnya 12 gubernur dari negara bagian AS akan hadir dalam acara itu. Selain membuka acara seremonial mereka juga akan menggelar konferensi pers dan mengikuti kegiatan santai seperti bernyanyi atau bermain musik.

"Gubernur yang hadir dalam BIO yang merupakan konferensi internasional tahunan ini tentu menyadari bahwa pameran ini merupakan potensi yang besar bagi perkembangan industri bioteknologi untuk mengembangkan pembangunan ekonomi dan meningkatkan kulitas hidup", ujar Greenwood.

Pameran ini menjadi ajang terbesar sepanjang sejarah karena mampu mengumpulkan para pelaku bioteknologi yang mencakup lebih dari 1.600 perusahaan, organisasi dan institusi yang mewakili semua aspek mengenai industri bioteknologi.

Lebih dari 170.000 kaki persegi, ruangan itu kira-kira ukurannya sama dengan tiga kali lapangan sepakbola. Pameran ini diiikuti oleh 43 negara bagian di AS dan 36 negara lainnya dari seluruh dunia. Kegiatan ringan yang menambah semaraknya suasana adalah pegelaran musik dan tari serta peragaan busana yang merupakan hasil dari produk bioteknologi.

Sumber : www.bisnis.com

No comments:

Tiga Tahun Lagi, Indonesia Yakin Lepas dari Impor Sapi

Jumat, 8 Januari 2016 Program sapi unggulan berhasil dikembangkan. VIVA.co.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasa...