Tuesday, October 18, 2011

Protein Nanopartikel untuk Penyembuhan Luka Kronis


Kalbe.co.id - Para ilmuwan telah mengembangkan obat baru dengan biaya rendah dan berukuran nanometer untuk mengobati luka kronis termasuk diabetes atau luka bakar. Peneliti di Universitas Hebrew di Jerusalem dan Harvard Medical School diketuai Yaakov Nahmias, ilmuwan bioteknologi melakukan rekayasa genetika untuk menghasilkan protein robotic yang merespons suhu.

Sirkulasi darah yang buruk akibat diabetes sering mengakibatkan luka kulit yang tidak sembuh, menimbulkan rasa sakit, infeksi, dan bisa berujung pada amputasi.

Beberapa jenis protein, yang disebut faktor pertumbuhan, telah ditemukan untuk mempercepat proses penyembuhan, sesuai dengan laporan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi Februari 2011.

Namun, pemurnian protein ini terbilang mahal dan mereka tidak bertahan lama pada luka, menurut pernyataan peneliti Harvard.

Mengapa suhu? Karena peningkatan suhu menyebabkan puluhan protein ini bergabung atau seperti terlipat ke dalam nanopartikel yang ukurannya 200 kali lebih kecil daripada sehelai rambut.

Proses ini sangat menyederhanakan pemurnian protein sehingga sangat murah untuk diproduksi. Ini juga memungkinkan bagi protein tersebut untuk tetap berada pada luka bakar.

Kini, obat ini masih dikembangkan peneliti sebagai percobaan. Tapi, telah dipatenkan dan telah digunakan untuk mengobati luka kronis pada tikus penderita diabetes. Pada tikus, obat ini secara dramatis mampu meningkatkan penyembuhan. Menurut rencana, uni coba kilinis akan dilanjutkan dan dilakukan terhadap manusia setelah menjalani beberpa evaluasi.

Sumber : http://www.kalbe.co.id/?mn=news&tipe=detail&detail=21000

0 komentar:

Komisi Bioetika Nasional

CGIAR Site Updates

FAO: BIOTECHNOLOGY

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP