Friday, July 01, 2005
How Pathogens Manipulate Host Cell Membranes for their Own Purposes
Wednesday, June 29, 2005
Peneliti Indonesia Diundang ke Jerman
Indonesia akan mengirimkan lima orangwakil dalam pertemuan the 55th Nobel Laureates Meeting yang diadakan di Lindau, Jerman, 26 Juni-1 Juli.
Mereka yang terpilih menjadi delegasi Indonesia, yakniAnto Tri Sugiarto, peneliti pada Pusat PenelitianKalibrasi, Instrumentasi, dan Metrologi Lembaga IlmuPengetahuan Indonesia (LIPI); Arief Budi Witarto,peneliti bidang Protein Engineering Divisi MolekularBiologi Puslit Bioteknologi LIPI; Dian Pratiwi,mahasiswi S-2 semester 8 Jurusan Dermatologi danVeneorologi FKUI; Ismunandar, dosen Fakultas KimiaITB; serta Nurul Taufiqu Rochman, peneliti LIPI.
Kelima orang tersebut merupakan peserta yang lolospada dua tahap seleksi, yakni pada Desember 2004 dan10 Maret lalu. Adapun mereka yang ikut seleksi terdiriatas berbagai lembaga iptek dan perguruan tinggisebanyak 18 orang, antara lain dari UniversitasDiponegoro (Undip), Institut Teknologi 10 NovemberSurabaya (ITS), Universitas Indonesia, Badan PusatPengkajian Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan danAntariksa (Lapan), Badan Tenaga Atom Nasional (Batan),Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), danInstitut Teknologi Bandung (ITB). Para peserta seleksiberlatar belakang mahasiswa S-1, S-2, dan S-3.
Dalam pertemuan antara peserta seleksi dan MenristekKusmaryanto Kadiman di Jakarta kemarin, Menristekmenjelaskan Indonesia sebelumnya tidak diperhitungkankarena prestasinya di bidang akademik kurang sekali."Jumlah peserta seleksi pun sangat minim. Dilihatdari jumlah paper penelitian, paten, tulisan-tulisanyang dikutip, semuanya nyaris tak terdengar, sehinggamembutuhkan lobi yang terus-menerus untuk mendapatkanundangan ini," katanya.
Untuk itu ia mengharapkan, adanya undangan pertemuandengan para peraih Nobel di seluruh dunia memicu parapeneliti Indonesia untuk giat melakukan penelitianyang hasilnya bisa dimanfaatkan orang banyak.
Penasihat Menristek dari Jerman Alexander P Hansenmenjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam pertemuandi Lindau ini merupakan pertama kalinya. "Hanya tiganegara di Asia yang khusus diundang oleh LindauCommittee, yakni China (34 orang) dan India (47).Indonesia merupakan negara Asia ketiga yang diundangdan dipilih karena merupakan negara yang sangat luasdengan jumlah penduduk besar. Kali ini hanya limaorang yang dibawa ke sana." (Nda/H-4).
Sumber : Media Indonesia (18 Juni 2005)
Kloning Terapi Makin Jadi Kenyataan
ISTILAH "kloning" selama ini lebih banyak memberikankesan menakutkan daripada harapan. Ini dikarenakanperkembangan teknologi kloning yang muncul lebih banyak mengarahkepada kloning reproduksi, yaitu membuat individu baruyang identik. Walaupun banyak pula manfaatnya, terutamauntuk peternakan seperti pemuliaan sapi unggul, tetapisangat mudah disalahgunakan untuk menciptakan manusia kloning yangsangat kontroversial.
Kloning yang dinantikan sesungguhnya adalah kloningterapi, yaitu membuat sel, jaringan, sampai organ yangidentik sehingga tidak menimbulkan penolakan untuk keperluanpencangkokan/transplantasi. Ilmuwan dari Korea Selatanberhasil memberikan kontribusi besar menuju kloning terapi itumelalui keberhasilannya mendapatkan sel tunas dariembrio manusia hasil kloning yang dipublikasikan di jurnalScience (19 Mei 2005).
Setahun sebelumnya, kelompok peneliti yang dipimpinoleh Woo Suk Hwang dari Fakultas Kedokteran Hewan,Seoul National University itu, telah berhasil melakukan kloning selmanusia tetapi masih menggunakan sel telur yangmenjadi penerima/akseptor inti sel dan sel somatik/dewasa yangmenjadi pemberi/donor inti sel dari pasien yang sama.
Dalam praktik kloning terapi nanti, hal seperti inijustru jarang terjadi. Seorang pasien laki-laki tidakmungkin menyediakan sel telurnya sendiri karena laki-lakitidak memproduksi sel telur, misalnya. Namun, hasilpenelitian yang dipublikasikan di jurnal Science (12 Maret 2004) itutelah banyak memberikan informasi penting tentang halteknis yang belum diketahui untuk kesuksesan kloning sel manusia.
Dalam tahapan kloning sel, setelah inti sel dari seldewasa ditransfer ke dalam sel telur yang telahdihilangkan intinya, diperlukan waktu untuk sel tersebut didiamkanyang disebut waktu "pemrograman kembali".
Pada saat itu, genom atau keseluruhan DNA dalam intisel yang menjadi cetak biru kehidupan mengalamiadaptasi dari yang sebagian digunakan dan sebagian lagi dimatikanpada sel dewasa menjadi seakan "diformat" kembali.
Setelah itu, sel telur diaktifkan oleh kondisitertentu untuk menjadi embrio. Lalu dikultur dalammedia khusus sehingga embrio berkembang sampai tahap blastosis yangmengandung sel tunas embrio.
Tiga hal penting di atas telah berhasil diperoleh darieksperimen awal ini, yaitu untuk waktu pemrogramankembali diperlukan dua jam. Kemudian, kondisi pengaktifan seltelur lebih baik menggunakan senyawa kimia alami,yaitu calcimycin dan DMAP, pada konsentrasi dan lama waktutertentu daripada dengan cara fisik, seperti medanlistrik atau mekanik yang sebelumnya digunakan.
Terakhir, komposisi media untuk kultur lebih optimaldengan penambahan protein human serum albumin dan gulajenis fruktosa juga pada konsentrasi tertentu.
Berbekal keberhasilan awal itulah, kelompok penelitiyang masih dipimpin oleh peneliti yang sama tetapidengan jumlah anggota yang lebih besar, dari 13 menjadi 24 penelitiitu, mendapatkan pencapaian yang spektakuler dalamwaktu relatif singkat, satu tahun.
Dalam hasil penelitian terbaru ini, sel donor berasaldari pasien laki-laki maupun perempuan dari usia 2tahun sampai 56 tahun.
Untuk lebih mendekatkan pada tujuan kloning terapi,pasien yang memberikan selnya adalah penderitapenyakit yang disebabkan oleh kerusakan sel tertentu sehingga bisadisembuhkan dengan pencangkokan sel normal yang tentusaja harus identik supaya tidak ada penolakan.
Penyakit dan sel yang perlu diganti itu masing-masingadalah penyakit genetik kerusakan imunitas CGH dengansel tunas hematopoetik darah, penyakit kerusakan saraf punggungseperti yang diderita aktor film Superman, ChristopherReeve, dengan sel saraf motorik, dan penyakit diabetes dengansel beta-islet yang memproduksi hormon insulin.
Keberhasilan transfer inti sel dari sejenis sel dewasacukup tinggi, yaitu membutuhkan 5 sampai 48 sel telur,tergantung dari usia perempuan asal sel telur itu,yaitu yang di atas usia 30 tahun umumnya lebih rendah keberhasilannya. Perkembangan embrio hasil kloningsampai menjadi blastosis pun juga tinggi, yaiturata-rata 69,7 persen. Dari blastosis inilah diperoleh sel tunasembrio yang kali ini secara keseluruhan diperoleh 11galur sel. Kebenaran sel tunas embrio itu telah dicek berdasarberbagai penanda berupa aktivitas enzim maupunekspresi protein tertentu. Yang juga penting bahwa sel tunas embrioidentik secara genetik dan imunologi dengan sel pasienyang menjadi donor inti sel telah dikonfirmasi menggunakan beberapasegmen DNA penanda maupun karakterisasi protein MHC dipermukaan sel. Bentuk kromosom sel tunas embrio puntampak normal setelah diamati dengan mikroskop.Terakhir, kemampuan sel embrio tunas untuk berdiferensiasiberubah menjadi sel spesialis telah dicek secara invitro/dalam tabung reaksi maupun in vivo/dalam tubuh.
Setelah keberhasilan ini, apa selanjutnya perkembanganyang dinanti dalam kloning terapi? Bagi pasienpenderita penyakit genetik, perlu dilakukan terapi genetikterhadap sel yang dijadikan donor inti sel agar selembrio tunas yang diperoleh sudah tidak mengandung cacat genetik lagi.Terapi genetik seperti ini telah dikembangkan lebihdulu daripada teknologi kloning sendiri. Setelahberhasil melakukan pencangkokan sel, tantangan berikut adalahpencangkokan jaringan, seperti kulit, pembuluh darah,dan tulang rawan.
Karena jaringan dibentuk oleh sel yang serupa, seltunas embrio hasil kloning dapat ditumbuhkan di atascetakan dari polimer biologi yang sudah dibentuk sesuai denganjaringan yang hendak dibuat. Teknologi rekayasajaringan ini telah dikembangkan sejak tahun 1987 oleh Robert Langer danJoseph Vacanti dari Massachussets, Amerika Serikat.
Sementara pembuatan organ seperti jantung dan hatiyang lebih kompleks membutuhkan waktu penelitian yanglebih lama. Namun jelas, tahapan-tahapan menuju kloning yangbermanfaat untuk kesejahteraan manusia semakin menjadikenyataan dengan keberhasilan tim Korea Selatan ini.
Penulis : Arief B Witarto (Biotek LIPI)
Sumber : Kompas (17 Juni 2005)
Thursday, May 19, 2005
L'Oreal Girls Science Camp
L'Oreal Indonesia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI menyelenggarakan "L'Oreal Girls Science Camp 2005" yang terbuka untuk siswi smp se-Jabotabek. Kompetisi yang diselenggarakan pada Mei-Juni 2005 itu mengangkat tema "Pemanfaatan Sumber Daya Alam Asli Indonesia untuk Mengatasi Masalah Kehidupan Sehari-hari". Setiap sekolah diwajibkan melakukan penelitian ilmiah untuk mendukung penemuannya.
Richele Maramis, manajer komunikasi korporat dan humas L'Oreal Indonesia , menyatakan bahwa pihaknya ingin memupuk minat sains dari usia sedini mungkin mengingat bidang ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Saat ini, lebih dari 35 SMP sudah mendaftarkan diri.
Sumber : Koran Tempo, Kamis 19 Mei 2005
Monday, May 16, 2005
Protein Tanpa Bentuk yang Menjaga Fungsi Otak
kita mengontrol seluruh aktivitas tubuh termasukemosi, kecerdasan, dan menyimpan memori. Untuk itu,penyakit yang menyerang sel otak atau neuron (neurodegenerativedisease) seperti alzheimer, parkinson, dan Huntingtondan Creutzfeldt-Jakob (CJD) berakibat fatal karenamelumpuhkan fungsi kemanusiaan kita yang palingesensial itu.
Penelitian akhir- akhir ini menunjukkan bahwapenyakit-penyakit tersebut disebabkan olehprotein-protein tak berbentuk yang secara alamiah ada dalam sel itu namun berubahmenjadi patogen dengan menunjukkan bentuk/strukturnya.
Pemahaman kita terhadap protein selama ini menyatakanbahwa protein selalu harus memiliki bentuk aliasstruktur agar dapat berfungsi. Protein adalah rantai asam aminodengan panjang minimal 50-an asam amino yang melaluiproses pelipatan (folding) menemukan strukturnya yang unik.Keunikan yang dimaksud, dari 350 kemungkinan strukturyang ada (3 arah sumbu x, y, z dari 50 asam amino penyusun proteindengan ukuran terkecil), hanya satu yang dipilih.
Proses pelipatan ini demikian kompleks dan menyimpanbanyak misteri sehingga kemampuan untuk kita melakukanrekayasa terhadap protein masih terbatas. Tidak heran, salahsatu super komputer tercepat di dunia bernama BlueGene yang dibuat oleh IBM, khusus diperuntukkan buat melakukansimulasi bagaimana protein melipat.
Untuk mengurai kompleksitas struktur protein, ilmuwanmembagi struktur protein berdasar beberapa parameter.Menurut parameter hierarki dalam proses pelipatan, strukturprotein dibagi menjadi struktur primer yaitu sekuenasam aminonya; struktur sekunder yaitu struktur lokal sepertialfa-helix, beta-sheet, turn, dan random; strukturtersier yaitu struktur keseluruhan satu rantai protein; dan terakhirstruktur kuartener yaitu struktur keseluruhan proteinyang memiliki lebih dari satu rantai.
Pentingnya struktur dalam memahami fungsi protein yangsangat beragam mulai dari enzim, hormon, antibodi,reseptor, dan sebagainya tampak dari berbagai usaha penelitimengembangkan teknik untuk menganalisa dan melihatbentuk protein tersebut. Mulai dari teknik kristalografi sinar-X yangdikembangkan oleh Max Perutz dan John Kendrew(menerima Nobel Kimia 1962), teknik mikroskop elektron oleh Aaron Klug(Nobel Kimia 1982), teknik spektroskopi NMR (nuclearmagnetic resonance) oleh Kurt Wuthrich, dan teknik spektrometrimassa oleh Koichi Tanaka serta John Fenn (bertiga,bersama-sama menerima Nobel Kimia 2002).
Usaha menentukan struktur protein secara eksperimendirasa semakin penting sehingga pusat data koordinatstruktur protein yaitu Protein Data Bank menerima penambahandata yang terus bertambah secara eksponensial dandidirikannya konsorsium internasional penentuan struktur protein.Tidak mau kalah, para ilmuwan noneksperimen basah yang mengandalkan kekuatan komputer melakukan prediksi dansimulasi struktur protein yang dikompetisikan setiaptahun. Berbagai pusat data juga dibuat untukmengklasifikasikan protein berdasar strukturnyaseperti SCOP.
Di tengah ingar-bingarnya perhatian terhadappentingnya bentuk/struktur dalam memahami fungsiprotein itu, satu kejutan lahir dengan ditemukannya protein yang secaraalamiah tidak memiliki struktur yang tetap, alias takberbentuk. Stanley Prusiner, penerima Nobel Kedokteran 1997,menemukan bahwa protein bernama prion dalam kondisinormal tidak memiliki struktur yang jelas namun kemudian berubahmenjadi abnormal yang menyebabkan penyakit (bersifatpatogen) dengan membentuk struktur tertentu.
Prion ini menyebabkan penyakit CJD pada manusia dansapi gila/BSE pada sapi atau domba. Dimulai darikondisi normal tak berbentuk, sebagian dari rantai asam amino proteinitu melipat biasanya jadi struktur sekunderbeta-sheet, lalu mulai terjadi pengendapan/agregasi dalam bentuk serat(lihat gambar). Pengendapan yang intensif dalam selotak inilah yang akhirnya menyebabkan sel itu mati. (Gambar)
Mekanisme serupa telah ditemukan sebelumnya padaprotein beta-amyloid yang menyebabkan penyakitalzheimer. Dengan demikian, protein yang telah menjadi serat danmengendap itu dinamakan amyloid-like fibril (seratmirip amyloid). Setelah itu, penyakit kerusakan otak yang pentinglainnya diketahui disebabkan oleh mekanisme yang sama,misalnya protein alfa synuclein pada penyakit parkinson yangdiderita oleh petinju legendaris Muhammad Ali danaktor film Back to the Future, Michael J Fox serta protein Huntingtinpada penyakit huntington. Kehadiran protein-proteinjenis baru yang tak berbentuk ini menjadi penting dan menarikkarena semua berada dalam sel otak. Bagaimana fungsisebenarnya protein-protein itu masih belum diketahui dengan jelasseperti hasil eksperimen dengan tikus percobaan yangtelah dihilangkan gen penyandi protein prionnya tanpamemberikan efek fisiologis yang berarti. Akan tetapiyang jelas ketika "protein siluman yang tak berwajah" ini memperlihatkanbentuknya, terjadilah penyakit-penyakit yangmenakutkan seperti di atas.
Pengobatan
Sampai saat ini belum ada pengobatan yang mujarabuntuk penyakit-penyakit ini sehingga penderitanyaseperti harus pasrah saja menunggu maut sambil terus digerogotikemampuan otaknya. Walau demikian, para peneliti mulaimengembangkan obat hasil bioteknologi, pertama menggunakan antibodi.Seperti dilaporkan penulis (Mencari Obat Penyakit SapiGila, Kompas 23/01/04), pada tahun 2003 Cashman dari Kanadadan Hawke dari Inggris secara terpisah telah berhasilmemperoleh antibodi yang spesifik berikatan dengan protein prionabnormal. Menggunakan antibodi ini, interaksi antaraprotein normal dengan protein abnormal bisa dicegah sehinggaperkembangan penyakit bisa dihambat sampaidisembuhkan. Keberhasilan ini memberi inspirasi untuk mengobatipenyakit kerusakan otak lainnya dengan cara sama.
Bard dan Liu, masing-masing memublikasikan hasilpenelitiannya di jurnal Proc. Natl. Acad. Sci. USA(2003) dan Biochemistry (2004) mengenai pengembangan antibodiyang mengenali protein beta-amyloid penyebab alzheimeryang dapat mencegah pengendapan protein abnormal. Hasilpenelitian ini telah dicoba pada eksperimen invitro(di luar sel, terhadap protein saja) dan invivo (di dalam selseperti kondisi sesungguhnya). Untuk penyakithuntington, Heiser dan Lecerf telah memublikasikan hasil penelitian merekamengenai pengembangan antibodi yang dapat menghambatagregasi protein Huntingtin. Heiser mendapatkan antibodi yangdiberi nama 1C2 yang berikatan dengan sekuen polyQdari protein Huntingtin. Sementara Heiser memperoleh antibodi C4yang mengenali sekuen nomor 1-17 protein Huntingtin.Terakhir, protein alfa synuclein penyebab penyakit parkinsontelah coba dihalangi pengendapannya dengan antibodioleh Emadi tahun 2004. Antibodi yang dikembangkan mengenali dualokasi sekaligus dalam protein alfa synuclein, yaitusekuen nomor 27-37 dan nomor 101-111.
Pembuatan antibodi tidak mudah dan memerlukan biayatinggi sehingga harga produknya menjadi mahal, hal inimendorong dikembangkannya bentuk pengobatan kedua denganbioteknologi. Prof Koji Sode dari Tokyo University ofAgriculture and Technology, tempat penulis dulu menimba ilmu,menggunakan teknik rekayasa protein telah berhasilmembuat protein alfa synuclein versi mutan yang memiliki sifat pengendapandan pembentukan serat, jauh lebih kecil daripadaaslinya. Ketika protein mutan ini dicampur dengan protein asli,pembentukan serat menurun dramatis sampai 10 persendari kontrol tanpa pencampuran protein mutan yang mencapai 100 persen.Diperkirakan, interaksi antara protein mutan danprotein normal itu mencegah terjadinya pengendapan yang berlanjutpada pembentukan serat, sebagaimana mekanismepencegahan oleh antibodi.
Penulis : Arief B Witarto (Puslit Bioteknologi LIPI)
Sumber : Kompas (3 Mei 2005)
Wednesday, December 29, 2004
Peneliti LIPI Raih Penghargaan di Jepang
Jakarta, Kompas - Peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Puspita Lisdiyanti, meraih penghargaan dari Perhimpunan Kultur Koleksi se-Jepang (Japan Society for Culture Collection / JSCC) atas penelitiannya mengenai bakteri asam asetat. Ia merupakan peneliti non-Jepang pertama, sekaligus perempuan kedua yang berhasil meraih penghargaan tersebut.
Puspita berhasil menyisihkan empat kandidat calon pemenang yang semuanya berasal dari Jepang. Akan tetapi, penelitian terobosan yang dilakukannya lebih menarik perhatian juri.
Penghargaan diberikan bersamaan dengan pertemuan tahunan yang ke-11 JSCC dan pertemuan empat tahunan International Congress Culture Collections (ICCC) di Jepang, Oktober 2004.
Penelitiannya sejak pertengahan tahun 1990-an tentang Sistematika dan Diversitas Bakteri Asam Asetat dari Asia Tenggara, dinilai JSCC membuka tabir keragaman mikroba di kawasan Asia Tenggara, yang selama ini belum terbukti secara ilmiah. Penelitian berbekal 300 isolat bakteri asam asetat dari Indonesia, Thailand, dan Filipina, yang sebelumnya tidak pernah diteliti.
Puspita juga berhasil menemukan spesies baru pada genus Acetobacter. Dalam penelitian pada genus ini, ia harus bersaing dengan tim mikrobiologi dari Universitas Gent, Belgia, dengan tema penelitian serupa.
"Ini prestasi membanggakan," kata Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Dr Endang Sukara kepada wartawan di Puslit Bioteknologi LIPI, Cibinong, Bogor, Jumat (10/12).
Kelima spesies tersebut telah diberi nama khas Indonesia, seperti Acetobacter cibinongensis, Acetobacter indonesiensis, Acetobacter syzygii (dari buah sirsak), Acetobacter tropicalis, dan Acetobacter orientalis. Puspita, yang selama 7,5 tahun tinggal di Jepang dalam rangka belajar hingga jenjang post-doctoral dalam bidang mikrobiologi, juga menemukan Kozakia balliensis (dari Bali).
Nama-nama tersebut sudah divalidasi dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional sejak tahun 2000, di antaranya International Journal of Systematic and Evolutionary of Microbiology dan Journal of General and Apllied Microbiology.
Bakteri asam asetat, kata Puspita, dikenal sebagai bakteri yang penting untuk industri, selain dapat digunakan untuk membuat nata de coco dan asam cuka, bakteri ini dapat menjadi perantara penting pada sintesa kimia vitamin C. "Dalam skala besar, bisa digunakan untuk pembuatan biofilm," kata ibu dua anak yang baru pulang dari Jepang itu.
Bakteri asam asetat banyak diisolasi dari daerah dingin atau subtropis, seperti Eropa dan Jepang dari minuman beralkohol, fermentasi cuka, anggur, dan beberapa jenis bunga dan buah. Di daerah tropis juga diteliti, tetapi tidak pernah dipublikasikan internasional.
Atas prestasinya, selama tiga tahun terhitung sejak tahun 2004 ini, Puspita memperoleh bantuan biaya penelitian tiga juta yen per tahun dari Institute of Fermentation Osaka (IFO). Bantuan khusus diberikan untuk penelitian.
Beberapa hasil penelitiannya juga diminati perusahaan-perusahaan di Jepang. (GSA)
Sumber : Kompas (11 Desember 2004)
Tuesday, November 02, 2004
Penerimaan CPNS di LIPI
LIPI dalam tahun 2004 akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru untuk mengisi lowongan jabatan kandidat peneliti, teknisi, dan tenaga administrasi, untuk ditempatkan pada satuan-satuan kerja di lingkungan LIPI yang tersebar di Indonesia dengan kualifikasi bldang dan tingkat pendidikan sebagai berikut.
PENELITI:
S3 : Biologi / MIPA Biologi
S2 : Antropologi / Budaya; Biologi / MIPA Biologi; Teknik Fisika / MIPA Fisika Kimia / MIPA Kimia; Demografi; Hukum/llmu Hukum; Keagamaan, Linguistik/Sastra Indonesia/ Inggris, Teknik Mesin / Pertambangan / Metalurgi / Material / Korosi / Energi / Industri / Informatika / Elektro / Instrumentasi / Teknologi Pertanian
S1 : Antropologi/Budaya; Biologi / MIPA Biologi; Matematika / MIPA Matematika; Teknik Fisika / MIPA Fisika; Kimia / MIPA Kimia; Disain Produk / Grafika; Ekonomi Perusahaan / Pembangunan / Manajemen / Akuntansi; Farmasi / Apoteker; FISIP / Hubungan Internasional / Politik / Komunikasi / Pemerintahan / Adminstrasi; Geografi; Geologi / Geofisika; Hukum / Ilmu Hukum; llmu Perpustakaan; Kedokteran Hewan; Kehutanan; Kesehatan Masyarakat; Linguistik / Sastra Indonesia / Inggris; Perikanan; Pertamanan; Pertanian; Peternakan; Sejarah; Teknik Mesin / Kimia / Hasil Hutan / kelautan / Pertambangan / Metalurgi / Material/ Korosi / Energi Industri / Informatika / Elektro / Instrumentasi; Teknologi Lingkungan; Teknologi Pertanian / Pangan / Industri Pertanian / Mekanisasi / Automatisasi
TEKNISI:
S1 : Disain Produk / Grafika; Teknik Mesin / Pertambangan / Metalurgi / Material / Korosi / Energi Industri / Informatika / Elektro / Instrumentasi
D3 : Biologi / MlPA Biologi; Teknik Fisika / MIPA Fisika; Kimia / Analis / MIPA Kimia; Disain Produk / Grafika; Pertanian; Peternakan; Teknik Sipil / Mesin / Pertambangan / Metalurgi / Material / Korosi /Energi Industri / Informatika / Elektro / Instrumentasi; Teknologi Pertanian / Pangan / Industri Pertanian / Mekanisasi / Automatisasi
ADMINISTRASI:
S1 : Ekonomi Perusahaan / Pembangunan / Manajemen / Akuntansi; FISIP / Hubungan Internasional /Politik / Komunikasi / Pemerintahan /Administrasi / Sekretaris; Hukum / llmu Hukum; llmu Perpustakaan; Linguistik / Sastra Indonesia / Inggris; Teknik Mesin / Metalurgi / Material / Korosi / Energi Industri / Informatika / Elektro / Instrumentasi
D3 : Aktuaria; Ekonomi Perusahaan / Pembangunan / Manajemen / Akuntansi; FISIP: Hubungan Internasional / Politik / Komunikasi / Pemerintahan /Administrasi / Sekretaris; llmu Perpustakaan; Pariwisata; Teknik Sipil / Mesin / Pertambangan / Metalurgi / Material / Korosi / Energi Industri / Informatika / Elektro / Instrumentasi
PERSYARATAN UMUM
Warga Negara Republik Indonesia;
Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
Memiliki integritas yang tinggi terhadap, Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Tidak Berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/ Pegawai Negeri;
Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik;
Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri atau pegawai swasta;
Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap;
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan pemerintah;
Berkelakuan baik
Sehat jasmani dan rohani
Surat Lamaran dilengkapi dengan:
Daftar Riwayat Hidup;
Foto kopi STTB/ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisir;
Foto kopi Kartu Tanda Pencari Kerja dari Depnaker (AK1);
Pas photo ukuran 3x4 sebanyak 4 lembar;
Foto kopi kartu tanda penduduk (KTP);
Sertifikat-sertifikat (jika ada);
Surat keterangan pengalaman kerja (bila ada)
PERSYARATAN KHUSUS
Mempunyai Kompetensi yang diperlukan;
Usia: setinggi-tingginya 27 tahun bagi pelamar yang berpendidikan S0/D3; 30 tahun bagi pelamar yang berpendidikan S1, S2; dan 35 tahun bagi pelamar yang berpendidikan S3.
Umur Ijazah setinggi-tingginya 5 tahun untuk ijazah SO/D3; 6 tahun untuk ijazah S1, S2, dan S3.
Indeks Prestasi/Nilai Rata-rata bagi pelamar yang berpendidikan SI, S2, dan S3 bernilai 2,75 dan diutamakan yang lebih dari 3,5 (tiga koma lima); bagi pelamar yang berpendidikan S0/D3 sekurang-kurangnya bernilai 2,70 dan diutamakan yang lebih dari 3,0 (tiga koma nol).
Bagi pelamar untuk kandidat peneliti diutamakan memiliki TOEFL minimal 500 atau yang setara.
Bagi pelamar yang telah mengirimkan berkas lamaran sebelum pengumuman ini, diwajibkan melengkapi persyaratan sesuai dengan pengumuman ini.
Berkas lamaran dikirim melalui jasa pos kilat khusus, dialamatkan kepada Kepala LIPI up Biro Organisasi dan Kepegawaian-LIPI, P.O. Box No.4324, Jakarta-12190.
Penerimaan lamaran ditutup tanggal 5 November 2004 cap pos. Bagi pelamar yang lulus seleksi administrasi diwajibkan mengisi biodata. Panggilan yang lulus seleksi administrasi, pengisian biodata, waktu dan tempat test tertulis akan diberitahukan melalui web site: http://cpns.lipi.go.id
Tidak diadakan surat-menyurat.
Jakarta, 28 Oktober 2004
A.n. Kepala Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia Ketua Panitia Penerimaan CPNS LIPI Tahun 2004
Dr. Lukman Hakim, M.Sc., APU NIP 320003808
Pengumuman ini dapat dilihat juga pada web site LIPI: http://cpns.lipi.go.id
Tiga Tahun Lagi, Indonesia Yakin Lepas dari Impor Sapi
Jumat, 8 Januari 2016 Program sapi unggulan berhasil dikembangkan. VIVA.co.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasa...
-
Nature 451 , 397-399 (24 January 2008) | doi :10.1038/451397a ; Published online 23 January 2008 A tale of two citations M...
-
Oleh Cardiyan HIS Kalah dalam kuantiti publikasi di jurnal tetapi menang dalam kualiti publikasi. Tanya kenapa? Karena ITB yang merupakan re...
-
Jumat, 8 Januari 2016 Program sapi unggulan berhasil dikembangkan. VIVA.co.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasa...